Sejarah
Sejarah Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok
Selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Padjadjaran 2014 yang menyatakan bahwa pengembangan Program Studi Diploma 3 menjadi Diploma 4 adalah amanah yang harus dijalankan oleh tiap-tiap fakultas yang ada di lingkungan Universitas Padjadjaran, Maka rencana pendirian Program Studi Diploma 4 di fakultas mana pun, termasuk Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok di Fakultas Ilmu Budaya telah melalui proses sebagai berikut : pertama, pengajuan oleh pimpinan fakultas ke Senat Fakultas untuk mendapat persetujuan. Kedua, setelah mendapat persetujuan Senat Fakultas, usulan dilanjutkan ke pimpinan Universitas melalui Satuan Penjaminan Mutu (SPM) dan Senat Akademik Universitas, Rektor Unpad mengeluarkan ijin penyelenggaraan Program Studi Diploma 4 Bahasa dan Budaya Tiongkok pada tanggal 21 Juli 2016.
Program studi Sarjana Terapan Bahasa dan Budaya Tiongkok berdiri pada 21 Juli 2016 dengan visi “Menjadi program studi unggul berbasis Bahasa dan Budaya Tiongkok dalam bidang pariwisata yang mampu bersaing di tingkat nasional dan regional pada tahun 2024.” Sebagai program studi yang mengintegrasikan aspek teori dan terapan, pembelajaran di program studi ini mengembangkan banyak metode praktikum, meliputi: perkuliahan, respons dan tutorial, seminar, praktikum, praktik studi, praktik bengkel, dan praktik lapangan. Pembelajaran di program studi ini menekankan pada penguasaan konsep kebudayaan Tiongkok, kaidah aksara dan bahasa Tiongkok dalam keperluan pariwisata, prinsip kepariwisataan, pengetahuan budaya regional dalam pengembangan kepariwisataan, serta menguasai isu-isu mutakhir dalam hubungan antarbudaya Indonesia dan Tiongkok.
Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad merupakan program studi termuda di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad. Dengan usianya yang muda Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok telah memiliki mitra dengan beberapa universitas-universitas asal Tiongkok, yang membuahkan hasil adanya beasiswa-beasiswa. Staf-staf pengajar juga merupakan lulusan dari universitas ternama di Tiongkok. Pendirian Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok ini untuk menjawab kebutuhan negara Indonesia terhadap individu-individu yang fasih berbahasa Mandarin serta mahir tentang dunia kepariwisataan serta dapat menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan Tiongkok. Bidang pekerjaan lulusan Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok cukup beragam, di antaranya: pariwisata, pemerintahan (Konsulat Jendral Republik Indonesia untuk Tiongkok), pengajaran, penerjemahan, ekspor-impor, industri kreatif, dan kewirausahaan.
video
Profil Program Studi
Bahasa dan Budaya Tiongkok
Program Studi Sarjana Terapan Bahasa dan Budaya Tiongkok berdiri pada 21 Juli 2016 dengan visi menjadi program studi unggul berbasis Bahasa dan Budaya Tiongkok yang mampu bersaing di tingkat nasional dan regional pada tahun 2024. Program ini mengintegrasikan teori dan praktik melalui perkuliahan, responsi, tutorial, seminar, praktikum, studi, dan praktik lapangan. Pembelajaran menekankan penguasaan kebudayaan Tiongkok, kaidah aksara dan bahasa untuk bisnis dan pariwisata, pengetahuan budaya regional dalam bisnis, serta isu terkini hubungan antarbudaya Indonesia-Tiongkok
Berita Terbaru
Akreditasi Bahasa dan Budaya Tiongkok Unpad Resmi Naik!
Bahasa dan Budaya Tiongkok Unpad Raih Hasil Akreditasi yang Membanggakan Setelah Perjalanan Panjang Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok…

Kunjungan Confucius Institute 孔子学院; Sosialisasi Chinese Bridge Jawa Barat dan Beasiswa
Kunjungan Confucius Institute: Sosialisasi Chinese Bridge dan Beasiswa ke Tiongkok Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok Fakultas Ilmu Budaya…

Class Talk Peluang Magang dan Kerja di Bantex Indonesia
Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), bertempat di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang…
